Selasa, 07 Februari 2012

mata kuliah semester 2 di poltekkes jurusan fisoterapi terapi lathan download aja yah....

Sabtu, 04 Februari 2012

BIOMEKANIK

untuk biomekanik......teman teman bisa download langsung materinya aja di....sini

biomekanik 1
biomekanik otot
biomekanik sendi 1
biomekanik sendi 2

FISIOLOGI LATIHAN " SISTEM ENERGI"


SISTEM ENERGI
1. Sistem ATP-CP (sistem kreatin fosfat/ anaerob tanpa pembentukan laktat)
Fosfokreatin ; senyawa kimia yang tertimbun di dalam otot (15 – 17 milimol/kg > timbunan ATP). Merupakan energi instan/siap pakai secara cepat untuk membentuk ATP kembali, karena hanya terdiri dari satu rangkaian reaksi.
Creatin kinese
CP ——————–> C + Pi + energi (13000 kalori)
Energi dan gugusan fosfat  tersebut digunakan  untuk membentuk kembali ATP dari ADP.
ADP + Pi + energi (12000 kalori) ———–> ATP
Sistem ATP-CP
Daya maksimal sebesar 3,6 mol ATP/menit. Diperlukan untuk gerakan-gerakan mendadak/ olahraga kecepatan dan intensitas tinggi (lari cepat 100 meter, renang 25 meter atau angkat besi dll).
Cirinya :
1.tidak melewati rangkaian reaksi kimia yang panjang
2. Tidak membutuhkan O2
3. ATP-CP tertimbun dekat elemen kontraktil otot.
2. Sistem Glikolisis anaerobik/ sistem anaerob dengan Pembentukan laktat
Menyediakan energi dalam waktu relatif cepat (> ATP – CP) dengan intensitas tinggi secara tidak sempurna dan membentuk asam piruvat yang akan diubah menjadi asam laktat. Karbohidrat disimpam dalam darah berbentuk glukosa dan dalam otot berbentuk glikogen. Ketika sistem anaerobik berlangsung terdapat enzim yang mengubah glukosa atau glikogen menjadi suatu ikatan kimia  baru sehingga terbentuk ATP dan asam laktat.
Sistem Glikolisis Anaerobik
Asam laktat menurunkan pH (meningkatkan keasaman) dalam otot dan darah yang akan menghambat kerja enzim-enzim atau reaksi kimia dalam sel tubuh, dalam otot menyebabkan kontraksi otot bertambah lemah dan akhirnya lelah.
Cirinya :
1. Membentuk asam laktat penyebab kelelahan
2. Tidak butuh O2
3. Hanya menggunakan KH
4. Memberikan energi untuk resintesis beberapa ATP saja
Sistem ini diperlukan pada aktifitas fisik  yang berlangsung cepat/explosif dan berlangsung selama 1 -3 atau 4 menit (lari jarak pendek, sepak bola, hockey, dll). Daya maksimal sekitar 1,6 mol ATP/menit dan kapasitas maksimalnya 1,2 mol ATP.
3. Sistem Aerobik
Sistem energi yang paling banyak reaksi kimia dan memerlukan banyak enzim sehingga prosesnya lambat. Memerlukan O2 yang dibawa hemoglobin untuk menghasilkan ATP dalam jumlah besar. Sumber energinya dari KH dan lemak. Protein digunakan pada latihan endurance seperti lari maraton, balap sepeda jarak jauh, triathlon, dll.
Sistem Aerobik – Oksidasi Glikogen
KH merupakan sumber energi tercepat sehingga cadangan glikogen dalam otot dan hati yang optimal sangat diperlukan. Terjadi 2 tahap yaitu di sitoplasma dan mitokondria. Pertama glikogen (dari KH) berubah menjadi asam piruvat (glikolisis anaerobik) dan membentuk asam laktat di sitoplasma, selanjutnya jika O2 cukup maka sebagian asam piruvat masuk ke dalam mitokondria dan mengalami serangkaian reaksi kimia.
Sistem Aerobik – Oksidasi lemak
Komponen dasar lemak adalah trigliserida (gliserol+ asam lemak). Asam lemak terdiri dari asam lemak tak jenuh (nabati) dan asam lemak jenuh (hewani). Kandungan energinya 2x lebih besar dibanding KH & protein.
Sistem Aerobik – Oksidasi protein
Sumber energi saat cadangan  KH berkurang, berfungsi untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak untuk perkembangan otot. Protein (asam-asam amino) diubah bentuknya di dalam hati menjadi senyawa karbon tanpa gugus amino (transaminasi) yang selanjutnya di oksidasi menjadi siklus krebs.

FISIOLOGI LATIHAN "JENIS KELELAHAN OTOT "


MATA KULIAH FISIOLOGI LATIHAN

Aktifitas kontraktil di otot tidak bisa berlangsung terus-menerus. Pada akhirnya ketegangan otot menurun seiring dengan timbulnya kelelahan. Jenis kelelahan : kelelahan otot, kelelahan neuromuskular dan kelelahan sentral. Sifat kelelahan : lokal atau menyeluruh, kelelahan yang menyertai olahraga endurance, kelelahan dan kinerja olahraga.
Kelelahan Otot
terjadi ketika otot tidak dapat berespon terhadap rangsangan dengan tingkat aktifitas kontraktil yang setara. Faktor-faktor yang terkait ; 1) penimbunan asam laktat, 2) Habisnya cadangan energi.
Waktu timbulnya kelelahan otot berbeda sesuai jenis serat otot. Aktivitas  yang berintensitas tinggi lebih cepat menimbulkan kelelahan. Kelelahan otot membatasi kinerja otot
Kelelahan Neuromuskular
Faktor pembatas pada aktivitas yang kuat dan cepat terletak pada taut neuromuskulus. Neuron motorik aktif tidak mampu mensintesis asetilkolin dengan cukup cepat untuk mempertahankan transmisi kimiawi potensial aksi dari neuron motorik ke otot.
Kelelahan Sentral / Kelelahan Psikologis
Jika SSP tidak adekuat mengaktifkan neuron motorik yang mempersarafi otot yang bekerja. Individu akan memperlambat atau menghentikan aktivitasnya. Olahraga berat, kelelahan mungkin berakar pada rasa tidak nyaman yang berkaitan dengan aktivitas  sehingga perlu motivasi. Olahraga kurang berat berkaitan dengan kebosanan atau kurang tidur. Mekanismenya masih belum jelas.
Kelelahan otot yang bersifat lokal/ menyeluruh
Menyertai latihan yang berintensitas tinggi dan waktunya singkat akibat akumulasi asam laktat dalam darah dan otot. Berhubungan dengan resistensi energi ATP selama kontraksi atau rileksasi otot Fast Twitch.
Kelelahan yang menyertai Olahraga endurance
Kelelahan ini terjadi karena kelelahan otot (lokal) dan di luar otot (komponen tubuh lain). Kelelahan lokal karena terkurasnya cadangan glikogen otot baik di FT / ST.
Kelelahan karena komponen lain disebabkan  oleh :
1) Hipoglikemia
2) Penipisan glikogen hati
3) Dehidrasi
4) Kehilangan elektrolit
5) Hipertermia
6) Kebosanan (psikologis)
Kelelahan yang menyertai olahraga endurance bersifat menyeluruh.
Kelelahan dan kinerja olahraga
Menunda kelelahan akan memberi kesempatan atlit menyelesaikan suatu perlombaan. Idealnya menunda kelelahan memungkinkan atlit meningkatkan kinerja saat awal dan pertengahan pertandingan dan masih menyediakan tenaga yang besar untuk meyelesaikan pertandingan. Latihan fisik akan memberikan perubahan fisiologis tubuh untuk menunda kelelahan karena efek glycogen sparing (menggunakan lemak > glikogen sebagai bahan bakar) sehingga cadangan glikogen di hati dan otot dapat diirit sehingga kelelahan tertunda. Efek latihan fisik meningkatkan aklimatisasi terhadap panas lingkungan yang akan mengurangi hipertermia, dehidrasi dan hilangnya elektrolit selama kinerja berlangsung.
Nyeri otot (Muscle Soreness)
Penelitian : Kontraksi eksentrik > isometrik > isotonik. Terjadi penurunan kekuatan oto menyertai kontraksi eksentrik sepanjang durasi dari periode nyeri , sedangkan saat kontraksi isometrik dan konsentrik tidak mengalami penurunan nyeri.
Penyebab nyeri (berdasarkan teori) :
  1. kerusakan jaringan (sobekan kecil di otot)
  2. spasme lokal (mengurangi aliran darah)
  3. overstreching (rusaknya jaringan penyambung antara tendon dan otot / connective tissue theory)
Pencegahan Nyeri Otot
Streching : membantu mencegah dan menyenbuhkan bila terjadi nyeri.
Mengkonsumsi 2x 100 mg Vitamin C perhari selama 30 hari : melindungi dan mengurangi nyeri otot (mungkin berkaitan dengan anti oksidan).
Adaptasi otot dan struktur saraf akibat pelatihan fisik
Tergantung bentuk latihan, intensitas, durasi dan frekuensi latihan. Perubahan yang terjadi adalah meningkatnya kekuatan otot (muscle strenght), ketahanan dan kecepatan atau daya ledak otot. Perubahan pada ukuran otot yaitu hipertropi (meningkatnya diameter serabut otot, meningkatnya jumlah miofibril dan meningkatnya sarkoplasma, kapiler-kapiler dan komponen lainnya. Perubahan pada otot dan gerakan persendian  yaitu meningkatnya kelenturan (fleksibility). Ukuran otot ditingkatkan dengan olahraga intensitas tinggi, berdurasi singkat dan anaerobik secara teratur. Pembesaran otot disebabkan hipertropi Fast twitch (IIa) yang direkrut selama kontraksi kuat. Sebagian besar serat menebal akibat sintesis filamen aktin dan miosin yang memungkinkan peningkatan kesempatan jembatan silang berinteraksi dan meningkatkan kekuatan kontraktil otot tapi endurans tidak meningkat. Sedangkan hiperplasia (peningkatan jumlah sel otot) diperkirakan sedikit berperan pada penbesaran otot. Serat otot pria lebih tebal, besar dan kuat bahkan tanpa latihan beban karena efek hormon testoteron (mendorong sintesis dan penyusunan aktin & miosin yang menyebabkan massa otot  pria secara alamiah lebih besar). Aktivitas endurans yang teratur dapat mengubah serat IIb menjadi IIa dan sebaliknya dangan aktivitas yang bertenaga. Serat FT dan ST tidak dapat dipertukarkan . Perubahan adaptifr diotot akan berbalik keadaan semula dalam periode beberapa bulan apabila program latihan dihentikan